SSISTEM PEREKONOMIAN DI DUNIA
Macam-macam Sistem Ekonomi di Dunia
Bentuk sistem ekonomi di dunia sangat berbeda dari negara yang satu dengan negara yang lainnya. Sebelum membahas ke dalam macam-macam sistem ekonomi, lebih baiknya kita pahami apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi. Sistem ekonomi adalah seperangkat mekanisme dimana suatu negara memiliki strategi untuk mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran rakyatnya. Sistem ekonomi di pengaruhi dengan adanya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang membedakan sistem ekonomi antara negara yang satu dengan yang lain, yaitu:
· Falsafah dan ideologi negara,
· Sistem politik,
· Sistem pemerintahan, dan
· Lembaga-lembaga sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat
Lalu, faktor eksternal yang mempengaruhi sistem ekonomi di suatu negara, yaitu:
· Sistem ekonomi yang dianut oleh negara tersebut,
· Sosial budaya luar negeri,dan
· Politik dunia internasional.
Dibawah ini merupakan macam-macam dari sistem ekonomi di
beberapa belahan dunia, yaitu:
A. Sistem
Ekonomi Tradisional
Tujuan dari sistem ekonomi ini adalah mempertahankan tradisi
yang terjadi turun temurun, dengan mengabaikan apa yang harus dilakukan dan
untuk apa dilakukan.
Ciri-ciri dari sistem ekonomi tradisional ini adalah:
·
Teknologi masih sederhana,
·
Kegiatan
usaha ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok,
·
Modal masih terbatas,
·
Masyaraktnya masih susah menerima
perubahan karena terikat dengan tradisi,
·
Masih terdapat sistem pertukaran
barang dengan barang ( barter).
B. Sistem
Ekonomi liberal/pasar/kapitalis
Sistem
ekonomi liberal/pasar/kapitalis atau yang biasa disebut dengan Free Fight Liberalism adalah suatu
penerapan kehidupan ekonomi yang bebas, dimana warga negara diberi kebebasan
oleh pemerintahan untuk melakukan kegiatan ekonomi, dan seluruh sumber daya
yang tersedia, dimiliki, dan dikuasai oleh masyarakat dapat dikembangkan secara
bebas. Dalam sistem ini, pemerintah tidak ikut campur tangan. Bahkan dalam
kondisi tertentu pun, pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan
keputusan ekonomi. Sehingga kondisi ini disebut juga dengan istilah laissez-faire.
Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi liberal, yaitu:
·
Semua alat dan sumber produksi
berada di tangan perseorangan,
·
Kegiatan ekonomi di semua sektor
dilakukan oleh swasta,
·
Modal memegang peranan penting dalam
kegiatan ekonomi.
Kebaikan
dari sistem ekonomi liberal adalah:
·
Setiap individu bebas memiliki
alat-alat produksi,
·
Adanya persaingan usaha mendorong
kemajuan berusaha,
·
Produksi didasarkan atas kebutuhan
masyarakat, dan lain”.
Keburukan
dari sistem ekonomi liberal adalah :
·
Menimbulkan monopoli sehingga
merugikan masyarakat,
·
Menimbulkan
penindasan terhadap manusia lain,
·
Pengusaha yang bermodal kecil akan
semakin tersisih, dan lain”.
Contoh dunia yang menggunakan sistem ekonomi liberal: Blok
Barat ( Inggris, Amerika Serikat, Kanada).
C. Sistem Ekonomi Komando/Sosialis
Sistem
ekonomi komando/etatisme/terpusat adalah sistem ekonomi yang pengaturan
kehidupan ekonominya secara langsung oleh negara.
Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi komando, yaitu:
·
Semua alat dan sumber produksi
dikuasai oleh negara,
·
Kegiatan perekonomian diatur dan
dikuasai secara mutlak oleh negara,dan
·
Jenis-jenis
pekerjaan dalam suatu negara serta pembagian kerja diatur oleh pemerintah.
Kebaikan dari sistem ekonomi komando adalah:
·
Pemerintah mengatur distribusi
barang-barang,
·
Tidak ada kesenjangan antaranggota
masyarakat, dan
·
Kemakmuran
masyarakat terjamin.
Keburukan dari sistem ekonomi komando adalah:
·
Hak milik perseorangan tidak diakui,
·
Kemajuan ekonominya lambat, dan
·
Potensi, inisiatif, dan kreasi warga
masyarakat tidak berkembang.
Contoh dunia yang menggunakan sistem ekonomi komando adala:
Blok Timur( negara-negara Komunis) seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara
Eropa Timur.
D. Sistem
Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah
sistem ekonomi yang mengambil segi positif dari sistem ekonomi liberal dan
sistem ekonomi komando.
Adapun
ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran, yaitu:
·
Kesempatan kerja penuh ( full
employment) dan jasa kolektif mendapat prioritas yang tinggi,
·
Harga tidak semata-mata ditentukan
oleh mekanisme pasar, tetapi pemerintah juga ikut campur dalam menentukan
kebijakan,
·
Pemerintah
menyelenggarakan jaminan sosial dan bertanggung jawab atas distribusi
pendapatan yang lebih merata.
2.
SISTEM PEREKONOMIAN YANG DI ANUT OLEH INDONESIA
Arti Sistem
Sistem Perekonomian
adalah suatu sistem yang diterapkan oleh suatu negara untuk mengalokasikan
sumber daya yang dimilikinya, baik kepada individu maupun organisasi-organisasi
di negara tersebut. Menurut
buku-buku pengetahuan Ekonomi dan pendapat tokoh Ekonomi Indonesia, Sistem
Ekonomi yang dianut Indonesia adalah Sistem Ekonomi Campuran, dimana setiap
keunggulan dari Sistem Ekonomi Liberal dan Kapitalis digabungkan, dan
kekurangan dari Sistem Ekonomi Liberal dan Kapitalis dibuang, seperti halnya
menyaring. Ada juga yang menyebutnya Sistem Ekonomi Demokrasi, Sistem Ekonomi
Pancasila, dll.
Sistem
Ekonomi Sebelum Orde Baru
Sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing bangsa
sudah pasti berbeda-beda. Seperti halnya Bangsa Indonesia, pada awalnya sistem
ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah sistem ekonomi liberal, dimana
seluruh kegiatan ekonomi d serahkan kepada masyarakat.
Sistem Demokrasi Ekonomi
Sistem perekonomian yang ada di
Indonesia harus berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian
nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disusun untuk mewujudkan
demokrasi ekonomi dan dijadikan dasar pelaksanaan ekonomi.
Sistem Ekonomi Komando
Sistem ekonomi komando merupakan
salah satu sistem perekonomian yang sangat di tentang oleh bangsa Indonesia.
Karena sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang menghendaki
pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat.
Sistem ekonomi Indonesia Setelah
Orde Baru
Pada masa orde baru, sistem ekonomi
yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi
ekonomi. Sistem ini bertahan hingga masa reformasi. Setelah masa reformasi,
pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan.
Sistem ini lah yang masih berlaku di bangsa Indonesia.
3.
SISTEM PEREKONOMIAN NEGARA MAJU
Pengamat dan teoritis melihat alasan yang berbeda mengapa
beberapa negara (dan lainnya tidak) menikmati perkembangan ekonomi yang tinggi.
Banyak alasan menyatakan perkembangan ekonomi membutuhkan
kombinasi perwakilan pemerintah (atau demokrasi), sebuah model
ekonomi pasar bebas, dan sedikitnya atau ketiadaan korupsi. Beberapa
memandang negara kaya menjadi kaya karena eksploitasi dari negara
miskin pada masa lalu, melalui imperialisme dan kolonialisme, atau pada masa
sekarang, melalui proses globalisasi.
Sistem ekonomi
kapitalis atau yang biasa disebut dengan Free Fight Liberalism adalah
suatu penerapan kehidupan ekonomi yang bebas, dimana warga negara diberi
kebebasan oleh pemerintahan untuk melakukan kegiatan ekonomi, dan seluruh
sumber daya yang tersedia, dimiliki, dan dikuasai oleh masyarakat dapat
dikembangkan secara bebas. Dalam sistem ini, pemerintah tidak ikut campur
tangan. Bahkan dalam kondisi tertentu pun, pemerintah benar-benar lepas tangan
dalam pengambilan keputusan ekonomi. Sehingga kondisi ini disebut juga dengan
istilah laissez-faire.
Adapun
ciri-ciri dari sistem ekonomi liberal, yaitu:
1) Semua
alat dan sumber produksi berada di tangan perseorangan,
2) Kegiatan
ekonomi di semua sektor dilakukan oleh swasta,
3) Modal
memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi.
Kebaikan
dari sistem ekonomi liberal adalah:
1) Setiap
individu bebas memiliki alat-alat produksi,
2) Adanya
persaingan usaha mendorong kemajuan berusaha,
3) Produksi
didasarkan atas kebutuhan masyarakat, dan lain”.
Keburukan
dari sistem ekonomi liberal adalah :
1) Menimbulkan
monopoli sehingga merugikan masyarakat,
2) Menimbulkan
penindasan terhadap manusia lain,
3) Pengusaha
yang bermodal kecil akan semakin tersisih, dan lain”.
Contoh dunia yang
menggunakan sistem ekonomi liberal: Blok Barat ( Inggris,Amerika Serikat,
Kanada).
4.
SISTEM
PEREKONOMIAN NEGARA BERKEMBANG SECARA UMUM
Negara maju pada
umumnya menerapkan system ekonomi terbuka. Hal ini berarti Negara ini terbuka
dan berinteraksi serta menjalin kerja sama dengan Negara lain berdasarkan
prinsip laba. Investasi modal asing pun bisa masuk ke negaraini. Oleh karena
adanya keterbukaan ini mendorong terjadinya persaingan yang dapat memberikan
dorongan untuk meningkatkan mutu produk dalam negeri mampu bersaing. Halini tidak
hanya berlaku bagi produk – produk yang dihasilkan, namun juga pada tenaga
kerja. Tenaga kerja dituntut unutk selalu meningkatkan kualitas diri.
Sistem
ekonomi ini juga memberikan dampak buruk, apabila tidak disertai dengan pengaturan
hukum yang baik dan pengawasan pemerintah.
Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi
yang pengaturan kehidupan ekonominya secara langsung oleh negara.
Ø
Adapun ciri-ciri
dari sistem ekonomi komando, yaitu:
·
Semua alat dan
sumber produksi dikuasai oleh negara,
·
Kegiatan
perekonomian diatur dan dikuasai secara mutlak oleh negara,dan
·
Jenis-jenis
pekerjaan dalam suatu negara serta pembagian kerja diaturoleh pemerintah.
Ø
Kebaikan dari
sistem ekonomi komando adalah:
·
Pemerintah mengatur
distribusi barang-barang,
·
Tidak ada
kesenjangan antaranggota masyarakat, dan
·
Kemakmuran
masyarakat terjamin.
Ø
Keburukan dari
sistem ekonomi komando adalah:
·
Hak milik
perseorangan tidak diakui,
·
Kemajuan ekonominya
lambat, dan
·
Potensi, inisiatif,
dan kreasi warga masyarakat tidak berkembang.
SUMBER :