MANUSIA DAN KEINDAHAN
Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik,
elok, molek dan sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran atau keelokan
yang merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat,atu objek apapun. Keindahan
itu banyak makananya. Semua yang ada di dunia ini pada dasarnya indah, contoh
nya saja keindahan dalam bermusik, keindahan dalam berseni, dan ada juga yang
namanya keindahan dalam bermoral dan sebagainya. Misalnya dalam keindahan
bermusik, kita dapat merasakan alunan musik yang kita sukai, dan menurut kita
pun itu indah. Keindahan dalam berseni, misalnya saja kita melihat hasil karya
seni seseorang atu karya kita sendiri yang menurut kita itu bagus kita pun
dapat merasakan keinhdahannya. Kalau kaindahan dalam bermoral juga termasuk ke
dalam keindahan, misalnya saja orang yang bertingkah laku baik di depan orang
banyak dan mempunyai moral yang baik juga, kita pun juga dapat bisa merasakan
yang namanya keindahan juga. Keindahan itu muncul gimana dengan kita menilai
keindahan itu, kalau menurut kita indah maka indah.
Contohnya
saja ada seseorang koruptor yang di tangkap yang di hukum atau di penjara hanya
tiga tahun sedangkan seseoarng yang hanya mengambil satu buah coklat hukumannya
sampai bertahun – tahun hal tersebut termasuk ke dalam ketidak adilan yang
hanya di lihat dari status sosial saja. Dampak positif dari ketidak adilan
adalah kita dapat belajar untuk jujur dengan semua orang dan dapat belajar adil
dengan semua orang. Belajarlah untuk bersikap adil karena keadilan sangat di
butuhkan di dalam kehidupan bermasyarakat.
MANUSIA DAN PENDERITAAN
Penderitaan
adalah merasakan sesuatu yang tidak di senangi. Penderitaan termasuk realitas
dunia dan manusia. Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat
hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegagalan dan
kegelapan dalam hidupnya, misalnya ada seseorang yang tidak mampu menghidupi
diri sendiri dan keluarganya selama itu dia bekerja terus menerus untuk
membiayai kehidupan dirinya sendiri dan keluarganya. Dengan kegigihannya diapun
mendapatkan kehidupan yang layak.
Karena ada penderitaan itu juga sebenarnya
Allah menginginkan kita untuk mengintrospeksi diri kita, apa yang harus kita
perbaiki, jangan pernah menyesali yang ada. Karena roda kehidupan memang
berputar, ada kalanya dibawah, nah saat di bawah ini itulah penderitaan, itu
tanda sayang Allah kepada kita makanya Allah memberikan kita cobaan. Jangan
pernah merasa iri dengan yang merasakan kebahagiaan karna mereka juga pasti
akan merasa menderita.
Pada
kenyataaannya penderitaan itu sendiri sudah menjadi hal biasa sebagai pelengkap
hidup ini. Ada senang, ada juga susah. Istilahnya bahwa hidup ini memiliki
keseimbangan. Tak ada orang, siapapun itu, yang tak pernah merasakan
penderitaan, sekecil apapun itu. Yang Maha Kuasa sudah menentukan bagian-bagian
semua orang di dunia ini, tak ada yang terkecuali. Untuk itu maka manusia
berusaha untuk bisa menangkal atau menjauh dari penderitaan tersebut. Banyak
yang berhasil, tetapi tidak sedikit juga yang justru semakin menderita.
MANUSIA DAN KEADILAN
Keadilan adalah adil terhadap
sesama manusia dan tidak memilih kepada hany satu orang saja. Di dalam
bermasyarakat keadilan sangat di butuhkan jangan hanya memikirkan diri sendiri
saja. Tetapi sayangnya keadilan di negara kita sudah tidak dibutuhkan lagi. Dan
sudah banyak orang yang memilih hanya kepada satu orang saja yang hanya dilihat
dari satatus sosialnya.
Ketidak adilan termasuk ke dalam
ketigdak jujuran juga, dalam kehidupan sehari – hari ketidak jujuran merupakan
bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia itu sendiri. Sudah
banyak orang yang sudah tidak adil. Dampak positif dari keadilan itu sendiri
dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang
mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk
bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara
itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti
demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya
dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Keadilan adalah pengakuan atas
perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan
kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana
hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan
sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.