Perkembangan
Teknologi Animasi di Indonesia
Keterbatasan infrastruktur dan masih minimnya apresiasi terhadap seni
visual di Indonesia tidak banyak membantu berkembangnya teknologi animasi yang
lebih jauh dalam bidang kreatif. Bahkan untuk film animasi dengan teknik
komputer biasa saja masih jarang sekali ditemukan. Film animasi Indonesia yang
sempat ada dulu juga tidak lagi ditayangkan secara umum Film animasi berseri
atau kartun ala Indonesia juga tidak ditemukan. Tetapi, setelah kemunculan Upin
dan Ipin yang dibuat oleh negara tetangga kita, Malaysia, industri kreatif
mulai tergerak untuk mengembangkan teknologi animasi lagi. Di TVRI pada tahun
2008 kemudian muncul kartun Kabayan Lip Lap yang asli dibuat oleh orang
Indonesia.
Walaupun
demikian, sebenarnya di Indonesia sudah cukup banyak acara dan komunitas yang
berkaitan dengan teknologi animasi yang dapat diacungi eksistensi dan karyanya.
Salah satu dari festival besar Indonesia untuk perayaan dan ajang unjuk gigi
dalam membuat animasi adalah HelloFest Motion Picture Arts Festival yang
diadakan setiap taun dari tahun 2004. Festival ini dari tahun ke tahun semakin
besar dengan semakin banyak partisipan dalam pengumpulan film pendek dan animasinya.
Terdapat pula sebuah video animasi yang dibuat oleh seorang animator dari Solo
berjudul Lakon Pada Suatu Ketika, yang disebut-sebut sebagai ‘Harapan Animasi
Indonesia’, melihat teknik animasinya yang tidak kalah dengan produksi film
animasi ternama.
Tidak hanya
diakui di dalam negeri, animator Indonesia pun sudah ada yang terjun langsung
ke Hollywood dalam pembuatan film animasi ‘Tintin’. Antusiasme akan
perkembangan teknologi animasi juga ditunjukkan dari banyak pihak, salah
satunya adalah seorang penulis novel, Andrea Hirata, yang menantikan bukunya
dijadikan film atau seri animasi. Di daerah-daerah tertentu di Indonesia,
seperti di Yogyakarta, bisnis game dan animasi mulai meningkat. Di
Yogyakarta saat ini semakin banyak muncul komunitas game dan animasi lokal.
Jika tren ini dipertahankan, bukannya tidak mungkin Indonesia akan menyusul
negara-negara lain yang mengembangkan teknologi animasinya hingga sampai saat
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar