Banjir Sebelum dan Sesudah di
Pimpin Jokowi
Sebelum dan sesudah di pimpin Jokowi
sangat berbeda terutama untuk mengatasi masalah di ibu Kota. Dua masalah utama
Jakarta sudah pasti adalah kemacetan dan banjir. Dengan menormalisasi beberapa
waduk (Pluit dan Ria Rio), pemerintahan Jokowi mengembalikan fungsi waduk
seperti sedia kala. Langkah ini dianggap mampu mengurangi potensi banjir. Dua
puluh hektar lebih wilayah Waduk Ria Rio akan diubah menjadi wilayah hijau,
panggung terbuka serta hotel. Sementara normalisasi Waduk Pluit sebagai jantung
penampungan air di Jakarta Utara, baru akan rampung tahun depan. Ratusan kepala
keluarga sudah dipindahkan dari hunian sementara mereka, yang sempat jadi
penyebab banjir.
Sebelumnya,
Jokowi dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (dikenal dengan panggilan
populernya, Ahok) juga merelokasi banyak pedagang kaki lima dan kawasan Tanah
Abang dan memindahkan mereka ke ruko blok G. Dibersihkannya wilayah Tanah Abang
dianggap banyak pihak sudah mengurangi kemacetan dengan cukup signifikan di
kawasan itu. Dengan 1500 lebih pedagang kaki lima siap menempati blok G,
bayangkan potensi kemacetan yang mungkin terjadi bila mereka masih berdagang
bebas di pinggir jalan.Langkah lain untuk mengatasi kemacetan yang siap
dijalankan adalah menaikkan tarif parkir dan jalan berbayar. Sudah pasti
membuat kita pikir-pikir untuk menggunakan kendaraan pribadi, yang memang sudah
kelewat banyak jumlahnya di Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar