Senin, 27 Januari 2014

Banjir Sebelum dan Sesudah di Pimpin Jokowi



Banjir Sebelum dan Sesudah di Pimpin Jokowi
                        Sebelum dan sesudah di pimpin Jokowi sangat berbeda terutama untuk mengatasi masalah di ibu Kota. Dua masalah utama Jakarta sudah pasti adalah kemacetan dan banjir. Dengan menormalisasi beberapa waduk (Pluit dan Ria Rio), pemerintahan Jokowi mengembalikan fungsi waduk seperti sedia kala. Langkah ini dianggap mampu mengurangi potensi banjir. Dua puluh hektar lebih wilayah Waduk Ria Rio akan diubah menjadi wilayah hijau, panggung terbuka serta hotel. Sementara normalisasi Waduk Pluit sebagai jantung penampungan air di Jakarta Utara, baru akan rampung tahun depan. Ratusan kepala keluarga sudah dipindahkan dari hunian sementara mereka, yang sempat jadi penyebab banjir.
Sebelumnya, Jokowi dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (dikenal dengan panggilan populernya, Ahok) juga merelokasi banyak pedagang kaki lima dan kawasan Tanah Abang dan memindahkan mereka ke ruko blok G. Dibersihkannya wilayah Tanah Abang dianggap banyak pihak sudah mengurangi kemacetan dengan cukup signifikan di kawasan itu. Dengan 1500 lebih pedagang kaki lima siap menempati blok G, bayangkan potensi kemacetan yang mungkin terjadi bila mereka masih berdagang bebas di pinggir jalan.Langkah lain untuk mengatasi kemacetan yang siap dijalankan adalah menaikkan tarif parkir dan jalan berbayar. Sudah pasti membuat kita pikir-pikir untuk menggunakan kendaraan pribadi, yang memang sudah kelewat banyak jumlahnya di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar