Teori
Organisasi Umum 2
Tulisan
3
Perilaku
Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika
seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta
pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku
konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat
keputusan pembelian.
Fac tor – factor perilaku konsumen
1.
Faktor Sosial
·
Grup : Sikap dan perilaku seseorang
dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil
·
Pengaruh
Keluarga : Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian.
·
Peran dan Status : Seseorang memiliki beberapa
kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi.
2.
Faktor Personal
·
Situasi Ekonomi : Keadaan ekonomi
seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan
konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah.
·
Gaya Hidup : Pola kehidupan seseorang yang
diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut.
·
Kepribadian dan Konsep Diri :
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif .
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif .
·
Umur dan Siklus Hidup
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya
·
Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli.
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli.
Komunikasi
Dalam Perilaku Konsumen
Pada dasarnya, komunikasi
dapat menginformasikan dan membuat konsumen potensial menyadari atas keberadaan
produk yang di tawarkan. Komunikasi dapat berusaha membujuk konsumen potensial agar berhasrat untuk masuk ke dalam
hubungan pertukaran. Pada tingkatan yang lebih tinggi, peran komunikasi tidak
hanya mendukung transaksi dengan menginformasikan, membujuk dan membedakan
produk, tetapi juga menawarkan sarana pertukaran itu sendiri.
Jenis-jenis komunikasi:
1. Komunikasi Pemasaran
Komunikasi
pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu
suksesnya pemasaran. Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua
unsur pokoknya yaitu komunikasi dan pemasaran, komunikasi adalah proses dimana
pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antar organisasi
dengan individu. Pemasaran adalah sekumpulan kegiatan dimana perusahaan dan
organisasi lainnya mentranfer nilai-nilai (pertukaran) antara mereka dengan
pelanggannya. Sedangkan komunikasi pemasaran mempresentasikan gabungan semua
unsur dalam bauran pemasaran merek yang memfasilitasi terjadinya pertukaran
dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau
kliennya.
Terdapat
lima jenis promosi yang biasa disebut bauran pemasaran seperti yang dijelaskan
diatas, penjualan tatap muka, humas, promosi penjualan, publisitas serta
perusahaanan langsung. Komunikasi pemasaran memegang peranan yang sangat
penting bagi perusahaan karena tanpa komunikasi konsumen maupun masyarakat
secara keseluruhan tidak akan mengetahui keberadaan produk di pasar. Komunikasi
pemasaran juga secara berhati-hati dan penuh perhitungan dalam menyusun rencana
komunikasi perusahaanan. Penentuan siapa saja yang menjadi sasaran komunikasi
akan sangat menentukan keberhasilan komunikasi, dengan penentuan sasaran yang
tepat, proses komunikasi akan berjalan efektif dan efisien.
2. Komunikasi Persuasif
Manusia
dan komunikasi merupakan satu kesatuan. Komunikasi melekat pada diri manusia,
sehingga kita tidak bisa tanpa komunikasi. Keberadaan komunikasi, karena begitu
melekatnya pada diri manusia sering tanpa disadari. Manusia cenderung
beranggapan bahwa dirinya mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi. Akibatnya,
masalah-masalah yang muncul yang berkaitan dengan komunikasi, seringkali
diselesaikan sendiri.Dalam mempelajari komunikasi persuasif, memahami aspek
filosofis komunikasi persuasif, sangat ditekankan. Hal ini mengingat bahwa
komunikasi persuasif, sebagaimana halnya ilmu-ilmu yang lain, memiliki tiga
aspek filosofis keilmuan, yaitu aspek ontologi, aspek epistemologi, dan aspek
aksiologi.
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar